Lomba Bebras Challage 2017

Bebras adalah sebuah inisiatif internasional yang tujuannya adalah untuk mempromosikan Computational Thinking (Berpikir dengan landasan Komputasi atau Informatika), di kalangan guru dan murid mulai kelas 3 SD sampai tingkat SMA/ SMK, serta untuk masyarakat luas.

Tujuan utama kegiatan Lomba Bebras Challage di SMK YPT 1 adalah untuk mempromosikan informatika dan berpikir komputasi kepada para guru dan anak-anak muda khususnya, di kalangan pengambil keputusan di bidang pendidikan di SMK YPT 1 dan masyarakat luas. Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 07.30 sampai 11.30 pada hari Kamis, 16/11/2017 para siswa dan siswi sangat antusias mengikuti kegiatan Bebras Challenge.

Di Indonesia, kompetisi dapat dilaksanakan di sekolah yang mempunyai cukup komputer, atau di universitas pembina. Cara untuk promosi adalah dengan menyelenggarakan kegiatan kompetisi secara daring (on line), yang disebut sebagai “Tantangan Bebras”. Tantangan Bebras bukan hanya sekedar untuk menang. Selain untuk berlomba, tantangan Bebras juga bertujuan agar siswa belajar Computational Thinking selama maupun setelah lomba.

Komputer dan perangkat teknologi lainnya saat ini menjadi penting untuk membuat masyarakat umum mengetahui komputasi atau informatika, tidak hanya sebagai teknologi, tetapi juga sebagai ilmu untuk mendidik mereka dan membuat pengalaman mereka dengan teknologi yang lebih baik. Dengan Adanya Lomba Bebras Challenge yang diadakan oleh jurusan Infomatika Unsoed Purwokerto di Lab. komputer SMK YPT 1 yang diikuti oleh para siswa-siswi sebagai peserta diharapkan mampu mengukur kemampuan teknologi informatika di kalangan siswa-siswa sebagai peserta didik di SMK YPT 1 Purbalingga. Sehingga kedepan memudahkan kekurangan apa saja yang perlu ditingkatkan dalam hal penggunaan teknologi informatika.

Selama Kompetisi, siswa harus memberikan solusi untuk persoalan yang disebut “Soal Bebras”. Soal-soal yang bertema komputasi/informatika ini dirancang semenarik mungkin, dan seharusnya dapat dijawab oleh siswa tanpa pengetahuan sebelumnya tentang komputasi atau informatika.

Setiap soal Bebras mengandung aspek komputasi atau informatika dan dimaksudkan untuk menguji bakat peserta untuk berpikir komputasi atau informatika. Untuk menjawab soal-soal Bebras, secara alamiah, siswa dituntut untuk berpikir terkait dengan informasi, struktur diskrit, komputasi, pengolahan data, serta harus menggunakan konsep algoritmik.

Kegiatan Bebras Indonesia terdiri dari:

Lokakarya Nasional yang berlangsung sekali setahun untuk koordinasi komite nasional dengan mitra, dan menetapkan soal-soal nasional.

Lokakarya untuk Guru agar guru memperkenalkan konsep komputasi atau informatika kepada siswa dan tantangan Bebras.

Tantangan Berpikir Komputasional diselenggarakan sesuai jadwal yang ditetapkan komite internasional, biasanya minggu kedua atau ketiga November (disebut Bebras Week).
Kategori tantangan Bebras di Indonesia, yaitu:

Siaga: untuk siswa-siswa SD dan sederajat
Penggalang: untuk siswa-siswa SMP dan sederajat
Penegak: untuk siswa-siswa SMA/ SMK dan sederajat

Banyak kegiatan tambahan yang dilaksanakan di antara kegiatan-kegiatan tersebut. Di tahun mendatang, Bebras Indonesia berencana untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh negara anggota lainnya, misalnya tantangan putaran kedua di tingkat nasional, mengumpulkan data dan mengembangkan makalah penelitian, dan lain-lain. [Ang]

Comments